Cara Merawat Tarantula Untuk Pemula

388 views

Masridho.com – Cara Merawat Tarantula Untuk Pemula, Cara Merawat Tarantula Untuk Pemula

Cara Merawat Tarantula Untuk Pemula

1. Membeli Tarantula

Pastikan kalo T yang ingin dibeli tidak cuma diam di tempat aja, disentuhpun cuma bergerak sedikit atau pelan sekali responnya – apalagi kalo sampe seluruh kaki2nya (ada 8 kaki lho) ketekuk ke dalem di bawah badannya itu bisa jadi T tersebut sedang sekarat ! Penyebabnya ? Bisa jadi cuma karena HAUS dan mengalami dehidrasi berat ! Perhatikan apakah perutnya mengecil / keriput dan perhatikan juga apakah ada tempat air minum di dalam kandangnya. Dengan kondisi cuaca tropis di Indonesia yang tingkat kelembabannya cukup tinggi (28 – 30 Celcius) maka tidak terlalu sulit buat miara tarantula. Mereka membutuhkan hawa yang cukup lembab untuk bertahan hidup, jadi jangan biarin kandangnya sampe kering / gersang dan jangan lupa kalo mereka juga masih tetap perlu air minum. Di alam liar, mereka dapet pasokan air dari cairan yang ada di dalam tubuh mangsanya, udara yang lembab, tetesan embun dan juga air hujan. Untuk mengakalinya guampang banget kok, tapi harus sering-sering dikerjakan biar T panjang umur . . .
Cukup sediakan tutup bekas aqua botol dan sejenisnya (harus yang terbuat dari plastik agar tidak karatan) sebagai tempat air minum yang sekaligus juga dapat menciptakan efek lembab dalam kandang tersebut. Atau, gunakan teknik misting / moisting yaitu menyiram air secara perlahan ke subtrat supaya tetap basah (untuk jenis Terrestrial / burrowers) tapi tidak becek – seperti waktu meras parutan kelapa kalo mo bikin santan – atau disemprotkan langsung ke jaringnya (untuk jenis Arboreal / tree climbers) untuk menimbulkan efek “embun” buatan.
Tanyain sekalian nama ilmiah / nama latin dari T tersebut biar kita gampang nyari Care Sheet di internet, karena setiap jenis mempunyai karakter dan cara hidup yang berbeda2 pula. Kalo bisa, tanyain juga jenis kelamin dari T tersebut apakah jantan atau betina. Betina rata2 memiliki umur dua kali lipat lebih panjang dari yang jantan (menurut gw pribadi – betina atau jantan – gak jadi masalah, karena semuanya tergantung dari cara kita merawat mereka..

2. Memegang Tarantula


Sebenarnya, memegang tarantula dengan alasan apapun SANGAT TIDAK DIANJURKAN SAMA SEKALI. Tapi pada umumnya, sang pemilik tarantula ngerasa (sok) perlu untuk mengakrabkan diri dengan cara memegang T piaraan barunya ini – tapi mohon diingat kalo T ngerasa yang sebaliknya neh !

Tarantula adalah 100% binatang liar dan sama sekali gak butuh sentuhan kasih sayang manusia. Bagi tarantula, semua yang mendekati mereka cuma ada 2 pilihan : ancaman atau buruan – itu aja ! Kalo bisa protes mereka dah teriak sekenceng2nya, “jangan pegang2 gue, tau !?”.
Tapi kalo sampe mau coba-coba pegang juga, gunakan kedua tangan Anda – jangan pake alat2 apapun ! Mohon diingat bahwa untuk jenis Terrestrial apabila jatuh bisa menyebabkan perut pecah atau kaki2nya patah sedangkan untuk jenis Arboreal, begitu lepas dari genggaman tangan Anda, gw berani jamin sudah pasti bakal susah ditangkep lagi karena jenis Arboreal adalah pelari cepat – sangat gesit sekali ! Jangan lupa cuci tangan setelah memegang tarantula . . .

Semua jenis Tarantula memiliki RACUN sebagai jurus pamungkas untuk membela diri pada saat benar-benar tersudut, sekaligus untuk melumpuhkan lawan dan buruan yang ukurannya jauh lebih besar dari tarantula tersebut dengan cara menggigitnya. Beberapa spesies Tarantula mempunyai RACUN yang lebih berat, tapi pada umumnya tidak jauh beda ama disengat lebah – khusus bagi yang gampang banget alergi, bisa menyebabkan sesak nafas atau detak jantung berdetak sangat cepat !
Terus terang, gw sendiri belom pernah digigit tarantula tapi waktu kecil dulu dah pernah disengat lebah – emang seh gak terlalu sakit (lebih parah daripada disuntik) tapi gak sampe pusing kok, cuma gatel en nyut-nyutan tepat di bagian yang kena sengat itu tadi !
Dunia Tarantula terbagi atas 2 bagian, yaitu Old World (Asia, Afrika, Eropa dan Australia) dimana spesies dari benua ini gampang banget / tidak ragu2 lagi dalam melancarkan gigitan untuk setiap ancaman. Selanjutnya, New World (Amerika : Utara dan Selatan) dimana alat pertahanan pertamanya sebelum menggigit adalah Urticating Hairs – mengibas / melempar bulu2 halus di perutnya ke udara yang bisa menyebabkan gatal-gatal dan terlihat merah pada kulit si pengganggu (tapi gatelnya tidak seharam jadah kena ulat bulu !).
Apabila perlu ngebersihin kandangnya, contoh : mengganti substrat maka cara yang paling gampang adalah dengan menaruh container lain di dalam kandang tersebut kemudian T digiring secara lembut / perlahan-lahan (pake sumpit, pulpen terserah yang penting bukan benda tajam) ke arah container sementara itu tadi.

Setelah masuk, tutupi container tersebut supaya nggak kabur (pastikan ada lubang hawa untuk T bernafas) sekarang kita sudah aman untuk membersihkan kandangnya. Setelah selesai, masukkan kembali container ke dalam kandang dan biarkan keluar dengan sendirinya.


Beberapa contoh Tarantula untuk pemula:

Brachypelma Smithi
Grammostola Pulchripes
A. Geniculata

Sumber : http://maudymaudearsayunda.blogspot.com/2010/11/neh-para-pemula-cara-ngeraat-tarantulaa.html

Terima Kasih Atas kunjungan anda di halaman  Cara Merawat Tarantula Untuk Pemula, Jangan lupa untuk Membookmars Halaman ini jika  Cara Merawat Tarantula Untuk Pemula berguna untuk anda.

Leave a reply "Cara Merawat Tarantula Untuk Pemula"