Fakta Menarik Mengenai Beras Organik Warna Merah

71 views

beras-merah

Bingung apa hebatnya nasi atau beras organik? Anda tidak sendiri. Meskipun tidak ada bukti pasti bahwa makanan organik lebih bergizi daripada makanan yang tumbuh secara konvensional, makanan organik lebih aman dikonsumsi karena mengandung kadar pestisida dan bahan kimia berbahaya. Itu hanya salah satu alasan mengapa beras merah organik adalah pilihan yang tepat untuk diet sehat.

  1. Makanan organik vs makanan konvensional

Makanan organik, seperti beras merah organik, ditanam menggunakan teknik yang berbeda dari pada pertanian konvensional. Misalnya, pertanian konvensional menggunakan pupuk kimia untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Pertanian organik hanya menggunakan pupuk alami, seperti kompos atau pupuk kandang. Sementara pertanian konvensional biasanya menggunakan insektisida sintetis dan herbisida untuk membunuh hama, gulma dan penyakit, produk organik ditanam hanya dengan menggunakan pestisida alami atau senyawa pembunuh tanaman. Bahan kimia dalam makanan yang tumbuh secara konvensional dapat meninggalkan residu pada produk yang dihasilkan. Menurut lembaga kesehatan di Amerika Serikat, produk organik secara signifikan lebih sedikit kandungan residunya dibandingkan produk konvensional. Makanan organik juga dibuat tanpa bahan atau zat aditif makanan, termasuk bahan pengawet, monosodium glutamat, pemanis buatan, pewarna dan perasa sintetis.

      2. Beras merah yang tumbuh secara konvensional

Beras merah yang ditanam menggunakan metode pertanian konvensional yang dijelaskan di atas mungkin atau diketahui 5 zat karsinogen, termasuk karbari, DDD, malathion dan piperonyl butoxide. Bila ditanam secara konvensional, beras merah juga dapat mencakup tiga neurotoksin yang diketahui sebagai 4 toksin penghambat perkembangan atau reproduksi dan 8 zat penghambat hormon.

Paparan terhadap pestisida pada produk telah dikaitkan dengan cacat lahir, kanker otak masa kanak-kanak, autisme, kanker payudara, diabetes gestational, penyakit Parkinson dan kondisi kesehatan serius lainnya. Bahan kimia berbahaya ini mungkin masih ada dalam beras organik  karena pestisida berjalan melalui udara, air dan debu, namun tingkat pestisida dalam produk organik jauh lebih rendah daripada produk konvensional.

     3. Beras merah vs beras putih.

Nasi putih benar-benar hanya nasi merah yang sudah di suling. Selama proses penyulingan, nasi putih kehilangan kulit ari dan sekamnya, membuatnya lebih cepat untuk dimasak dan dicerna. Namun, bagian yang hilang selama proses pemurnian adalah komponen yang paling banyak mengandung nutrisi. Kulit ari dan sekam beras merah kaya akan kalsium, serat, protein, potassium, magnesium dan tiamin. Nasi putih kehilangan nutrisi ini selama proses pemurnian dan oleh karena itu beras putih pilihan yang kurang bergizi dibandingkan beras merah.

     4. Manfaat beras merah.

Beras merah merupakan sumber selenium yang signifikan, yaitu nutrisi yang menurunkan resiko terkena arthritis, penyakit jantung dan kanker. Hanya dengan satu cangkir beras merah, menyediakan 80% jumlah mangan yang direkomendasikan setiap hari, nutrisi yang diperlukan untuk mensintesis lemak dan mendukung kesehatan sistem reproduksi dan saraf.Biji beras utuh juga kaya akan serat, antioksidan dan minyak alami. Nutrisi ini mengurangi rasa lapar, melindungi tubuh dari radikal bebas dan diperlukan untuk menormalkan kadar kolesterol.

Beras organik sebenarnya tidak hanya terbatas pada varietas beras merah saja, sebab masih ada varietas beras lain seperti hitam, coklat dan bahkan putih. Semuanya bisa Anda beli di supermarket, pedagang besar maupun situs belanja online. Beras putih organik memang lebih unggul daripada beras putih non-organik, hanya saja keistimewaan dan manfaat beras seperti menurunkan kolesterol, menyehatkan jantung dan sistem pencernaan, tidak akan Anda temui dalam varietas beras putih.

 

Leave a reply "Fakta Menarik Mengenai Beras Organik Warna Merah"